Warga Cemaskan Abu Sinabung

SETELAH sempat tenang, Gunung Sinabung kembali menunjukkan aktivitas peningkatan, kemarin. Kondisi yang fluktuatif itu membuat warga diminta tidak memaksakan masuk ke zona merah atau terlarang, yakni 4 kilometer dari puncak.

Pada Sabtu (11/10), aktivitas gunung berapi berstatus siaga (level III) yang berada di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, itu hanya terjadi 27 kali guguran. Awan panas tidak bisa terpantau karena Sinabung tertutup kabut tebal. Kemarin, Pos PVMBG Gunung Sinabung memantau terjadi empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah selatan, dangan lama erupsi 220 detik disertai angin ke arah barat. Terjadi 70 kali gempa guguran, 17 kali gempa dengan frekuensi rendah, serta 17 kali gempa hibrida.

Geliat Sinabung itu membuat warga Kabupaten Karo kian cemas dengan tebalnya abu vulkanis. Pasalnya pertanian warga rusak tertutup abu. Begitu juga dengan badan jalan yang tertutup abu setebal 10-20 cm.

“Sedikitnya tiga kali dalam sehari Sinabung memun tahkan abu vulkanis,“ ujar Siska Parangiangin, 32, warga Kecamatan Kabanjahe, Karo.

Penyiraman lingkungan permukiman yang dilakukan pemerintah setempat tidak dapat meredam kekhawatiran warga. Produksi pertanian milik warga semakin menurun, bahkan tidak membuahkan hasil.

Di bagian lain, Gunung Slamet yang tenang, kendati masih berstatus siaga (level III), membuat pengunjung objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meningkat lagi.

Kepala Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Pariwisata Guci, Abdul Haris, menyebut jumlah pengunjung yang sebelumnya sempat turun sampai 55% per hari, kini meningkat 25%. “Pada hari libur pengunjung bisa mencapai 700 orang,“ jelas Haris.

Sementara itu, kawasan hutan di wilayah kerja Resor Pengelolaan Taman Nasional Ranudarungan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terbakar, kemarin. Kebakaran hutan konservasi tersebut diduga akibat luncuran lava pijar Gunung Semeru.(JH/YN/JI/BN/MY/N-2) Media Indonesia, 13/10/2014, hal : 10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekilas Info