ERUPSI SINABUNG Pengungsi 8 Desa Dipulangkan

Pemulangan pengungsi di delapan desa tersebut sudah dilakukan sejak Jumat (14/2) secara bertahap.
KENDATI Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, masih erupsi, sebagian warga di pos pengungsian sudah boleh pulang.

Warga di delapan desa dari total 30 desa yang dikosongkan sudah diperbolehkan pulang. Pemulangan warga itu dilakukan secara bertahap.

“Mereka yang boleh pulang merupakan warga yang tinggal di desa yang berada di radius 5 kilometer lebih atau zona aman,” kata Hikmah Surbakti, petugas Media Center Gunung Sinabung, ketika dihubungi, kemarin.

Pemulangan pengungsi di delapan desa tersebut sudah dilakukan sejak Jumat (14/2) secara bertahap. “Tujuh desa di Kecamatan Payung dan satu desa di Kecamatan Namantran
sudah dipulangkan secara bertahap,” imbuhnya.

Para pengungsi mendapat fasilitas transportasi dan logistik pada saat pulang. Pengungsi dari desa lainnya masih menunggu tahap berikutnya.

“Pada umumnya pemulangan berjalan lancar. Mereka mendapatkan bantuan logistik sampai pertanian mereka berhasil,” imbuh Ketua DPRD Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Efendi Sinukaban.

Namun, tidak kalah penting ialah nasib warga yang selama
ini tinggal pada radius 3,5 km dari puncak Sinabung. Hingga kini upaya relokasi warga di tiga desa, yakni Desa Simacem, Suka Meriah, dan Bakerah, Kecamatan Namantran, belum terealisasi.

Efendi menjelaskan komunikasi antara DPRD Kabupaten Karo dengan bupati sangat minim. “Relokasi warga di tiga desa harus dilaksanakan,” tegasnya.

Pihaknya pernah mengundang Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, tetapi yang bersangkutan tidak pernah hadir, termasuk pula bawahan bupati.

Sementara itu, Bupati Karo Kena Ukur Karo Jambi Surbakti menjelaskan sampai sekarang pihaknya belum menemukan titik yang pas untuk relokasi tiga desa tersebut. (JH/YN/N-3/Media INdonesia, 18/02/2014)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekilas Info